MASIH NURUL JADID

Aku menikmati dingin
Pasrah di terka angin
Lalu, otakku ku biarkan mengalir
Mengikuti arus alam yang bermain-main

Aku biarkan tubuhku tergeletak
Sembari tangan kendarai otak
Lalui kenakalan hati yang rusak
Sambut keheningan di duniaku yang kotak

Masih nurul jadid
Duniaku dalam simbol kesucian
Belajar mencari kebahagiaan
Bersama takdir tuhan yang penuh kejutan

Masih nurul jadid
Aku berdiri tegak di tengah badai
Berharap pondasi kebarokahan semakin kuat
Dan akupun selamat menyambut saat
Dimana aku tak bisa tidur lelap.

PP. Nurul Jadid, d11, Jum’at 30-08-2013 06:12 wib

MADAKARIPURA

Di aliran air terjun madakaripura
Matahari ucapkan sampai jumpa
Di hulu keindahannya
Sebuah cerita berbicara
Berbicara tentang cinta
Yang kelak akan di baca

Di aliran air terjun madakripura
Bebatuan tajam bercerita
Ceritakan kerasnya hidup
Yang pasti semua akan merasakannya

Di aliran air terjun madakaripura
Air mengalir pasrah demi mencapai samudra
Melawan hentakan bebatuan
Dan harus rela terbuang ketika arus membawanya

Di aliran air terjun madakaripura
Gajah mada bersemedi dengan kegagahannya
Gajah mada sisakan cerita
Hidup adalah melawan
Bukan terbawa dengan angan

Paiton 27-08-2013 02:10 wib

Based on true story at madakaripura 25-08-2013

SENYUMAN DI PANGKUAN KABUT

Pagi itu,...
Saat kabut berebut aku yang lumpuh
saat dingin menginginkanku yang lusuh
saat alam menyalamiku yang buat aku luluh
saat intipan matahari buat kesedihanku runtuh
Di saat itulah,.... 
Senyummu mengerang kedinginan
Lalu ku rebahkan di pangkuan kabut
Aku hanya memperhatikan senyuman itu
Harap ia tersadar dan lihat aku
Walau kenyataannya ku tak ingin hanya di lihat
Ku ingin ia terbangun dari pangkuan kabut
Lalu,...
Senyuman rebahkan dirinya di pangkuanku
Merasakan, jika aku ingin miliki senyuman itu
Selamanya,..
Tak seperti kabut
Yang milikinya sementara saja

Penanjakan Bromo 25-08-2013 05:12 wib

JAKA, BROMO, MADAKARIPURA DAN CINTA


Pagi itu, perlahan kabut tipis turun di Tengger Bromo, bulan masih belum ucapkan sampai jumpa, bintang masih intip kebersamaan Jaka dengan sepuluh sahabatnya, dingin juga masih memeluk tubuh mereka yang lusuh. Satu hari sudah, mereka dibelai mesra keindahan Gunung Bromo.
Jam 03.30 WIB, bersama sahabat-sahabatnya, Jaka bersiap diri untuk menyambut matahari di Penanjakan Bromo. Jaka belum pernah kesana, hanya salah satu sahabatnya mengatakan bahwa disanalah surga keindahan dunia akan bisa dirasakan.

TUHAN, MAAFKAN AKU

Aku semakin seperti mayat hidup saja
Berdiri tegak tapi “aku” tiada
Aku hilang di telan kesombongan
Aku juga terjebak dalam fatamorgana

Tuhan, maafkan aku
Kelalaianku kini membabi buta
Tuhan, maafkan aku
Selimut kesombongan tak dapat ku buang
Tuhan, maafkan aku
Lingkaran setan terlalu cekam aku

 Maafkan aku tuhan


23-08-2013 Paiton