HIMNE KETUHANAN

Sajadah menghadap ke arah kiblat
Di atasnya hanya tasbih
Tak ada jejak sujud yang membuatnya lusuh
Hanya ada debu-debu putih
Menari di atasnya, sambil tertawa

Di ruang suci
Dzikir-dzikir ketuhanan membela kemenangan
Bukan kebenaran...
Huruf suci kini sudah bisa dibeli
Dengan susuap nasi atau bahkan sesuap nasi yang basi

Mimbar keagungan
Siapa yang lihay dia yang menjadi panutan
Dalih-dalih berserakan di wajahnya
Sedangkan ia, berdzikirpun tidak
Kemudian berteriak, akulah yang bersorban
Sungguh menawan...
Permainan yang menguntungkan

Himne ketuhanan...
Kini hanya kepentingan
Belenggu kerakusan
Himne ketuhanan...
Kini hanya tabir memenangkan kekuasaan

Bondowoso 28-09-2013, 13:57 wib