PASUKAN PUTIH DONGKER

###  Di kelas, ruang penuh dengan wajah imut mereka, kopyah hitam kaum pria, kerudung putih kaum wanita, putih baju mereka, dongker seragam bawahan mereka. Mereka sedang mengukir di atas batu, karena katanya belajar waktu kecil itu akan mudah membatu di kepala.   ###

###   Mereka senang, lihat layar besar di depan ruang yang jarang di pakai. Mereka asing dengan peradaban ini. Wajah mereka liar, tatap kebodohan di garis-garis tawa mereka. Dan aku, aku hanya diam, air mata masa laluku hadir lagi, karena di ruang ini aku merasakan hal yang sama dengan mereka. Bedanya, mereka sekarang sudah bisa melihat peradaban baru itu.   ###

###  Masa Putih dongker, masa itu aku disini, di pedalaman desa yang kumuh akan pengetahuan. Hanya ada layang-layang yang menjadi permainan, bukan alat canggih di perkotaan. Dan hanya ada angan-angan yang menjadi kebiasaan, bukan praktek ilmu pengetahuan di perkotaan.   ###

###   Masa putih dongker, aku datang di masa ini, mereka terselamatkan adalah harapanku. Coretan di dinding ruang tak akan ku hapus, coretan itu adalah sayapku untuk terbang bersama mereka. Terbang, kemudian akan ku taklukkan kerajaan kebodohan yang kuasai kerajaan desaku.   ###

###  Dan, inilah aku, seorang jendral kesombongan yang percaya bahwa aku bisa membesarkan Pasukan Perang Putih Dongker. Ya, Pasukan Putih Dongker, Pasukan yang ku proyeksikan membantai masa laluku dan tak akan terulang untuk mereka.   ###


26-09-2013, jam 11:57 wib, Laboratorium Bahasa, MTs. Bustanul Ulum, Bondowoso.