SI ASAP MUNGIL

Pagi sekali..
Aku hanya bersama asap mungil
Ia menari-nari di udara
Kemudian ia peluk kesendirianku
Pagi sekali..
Kemesraan ini terulang lagi
Belaian demi belaian
Ia manjakan sekujur tubuhku
Sesekali..
Ia masuk melantunkan puisi di jantungku
Dengan diksi-diksi kenikmatan
Pagi sekali..
Kau asap mungil yang membuka tabir imaji
Memaksaku tu membalas puisi
Tentanng kesetiaanmu
Tentang artimu yang selalu membuat damai hati
Pagi sekali..
Kau ubah irama hidup yang basi menjadi lebih terhiasi
Pagi sekali..
Kau asap mungil mengajakku menari-nari di tengah kumalnya hati
Pagi sekali..
Kemudian sepenggal puisi menjadi saksi
Kau asap kecil yang selalu setia menemani
Dalam duka dan sukanya hidup ini

Probolinggo, 01-10-2013, 7:43 WIB