EMPAT PENYAKIT PERGAULAN

Mendung pagi
Lantun petuah menggema pasti
Dari bilik, telinga memata-matai
Memahami tutur kyai* dari rumah ilahi

Satu tema obatnya hati
Tentang penyakit pergaulan hingga mati
Bergegas pena ku raih
Lalu sepenggal puisi mengalir dalam sunyi

Ku teguk segelas teh
Lalu inilah kata sang kyai
Empat penyakit pergaulan sehari-hari
Semuanya empat bait setelah bait ini

Catat pertama, ghibah
Dalam jelasnya makna
Mendiskusikan jeleknya manusia
Terpenjaralah kita di jeruji kata

Lalu kita memohon puji belaka
Kadang Tuhan adalah korban
Ibadah sebagai tumbal agar kita menawan
Sederhananya, inilah riya' wahai kawan

Dan berpangku tangan
Penyakit kepasrahan tanpa mengingatkan
Masuk jurang, ya masuklah
Padahal Tuhan mengajarkan usaha perlawanan

Akhir penyakit tertular hitam
Kertas putih adalah awal
Kadang tercoreng sudahlah berantakan
Sukur terhapus, tapi itu jarang

Akhir bait ku teguk lagi secangkir teh
Ku perhatikan santri sibuk menyambut terang
Dan harapan...
Tuhan berikan kemulyaan

*Kyai Najiburrahman Wahid

Probolinggo, 25-11-2013