RINDANG DAUN

RINdang
Kau berdiri dengan merah muda
Seperti di bawah pohon rindang
Aku merasakan teduhnya

DAun
Tingkahmu jatuh perlahan
Lembut menghampiri kegersangan
Aku menyaksikan keagungan

RINdang DAun
Tuhan pencipta cinta
Aku berharap mataku kau ingat rindu
Seperti senyummu yang jarah ingatku

RINdang DAun
Di permulaan pagi
Kau usik kesesatan cintaku
Harap, kau tunjuk arahku selanjutnya

RINdang DAun
Sebentar saja
Aku rebahkan letih perjalananku
Tunggu sampai kau siap merinduku

RINdang DAun
Selanjutnya adalah arah
Aku pasrah kau bawaku kemana saja
Kanan Kiri itu hal yang sudah biasa untukku


Probolinggo. 02-11-2013, 10:24 wib.