API BINTANG

Layaknya ruh sang Bima
Langkahmu tegak menantang dunia
Palu melingkar pundak
Murka, api bakar jejeran dupa
Lalu aromamu tenangkan dunia

Kamu... kamu... kamu...
Malam ini kaulah arjuna berkaki empat
Bijak rupa, pun namamu di dengar dunia
Selir-selirmu adalah kita
Dan karya adalah prajuritmu yang bersenjata

Kamu.. kamu.. kamu...
Demi kamu ku bertengkar dengan kata
menidurkan malasku dalam bait
Lalu anggapku kaulah yudhistira
Dalam bijak... dalam sajak
Di singgasana kau jadikanku dewa

Kamu...
Kunang-kunang dalam hutan petang
Lentera di kosongnya ruang
Cahaya dalam gelapnya kesombongan

kamu...
api yang kusebut bintang
tiap simpul kau ajarkan arah
Membaca alam
Mencari kode-kode Tuhan yang lama menghilang

Kamu... kamu.. kamu...
Api bintang, dwi kata dalam kenang
Karena kamu api semangatku yang menyala terang
Kamu... kamu... kamu...

Kamu...
Teater KALA

Probolinggo, 22:00 WIB, 31-12-2013

Dibaca pada Dismaulidiyah Teater Kala yang Ke-4, 01-01-2014

KAULAH KATA

Selembar surat kusam
Kueja tiap kata kembali
Makna terpenjara bebaslah
Masa lalu dan tarian ala timur tengah
Tenang lalu sadarlah otak mimpiku
Kaulah hilang yang menjelma kata
Sesaat, kuncup bunga merona
Adalah umpama kau untuk saat ini
Dalam cerita juga makna
Karena, kaulah kata
Kau masih belum tiada


30-12-2013

INGIN MENYAPA TAPI

menyapaku ingin
ingin menyapa tapi
ingin menyapaku
tapi menyapa
menyapa hanya ingin
tak sampai menyapa
tapi menyapa enggan
ingin menyapa tapi
tapi dan tapi
menyapa mengapa
berat untuk menyapa
sudahlah diam menyapa
ingin tetaplah ingin
tapi, sudahlah
menyapa hanya ingin
tapi tak sampai juga


27-12-2013

BERHENTI KEBEBASAN

Sepekan tanpa koma
Akhirnya aku di titik selesai
Sepekan tanpa lingkar
Akhirnya aku di dalam nalar

Bebas berulah nakal
Tanpa simpul semua kulakukan
Merdeka bingkai alasan
Malah hidup berujung berantakan

Kumal-kumal otak berjalan
Langkah kaki hanya kesesatan
Niat hati mencari kebenaran
Justru hati terpenjara kegelapan

Sudahlah kebebasan
Menjadikanmu Tuhan adalah kesalahan
Sudahlah kusimpulkan
Aku berhenti dari kebebasan


26-12-13

RINTIK

Rintik ini bukan dusta
Kode alam yang lama bersemayam
Di goa para pecundang
Juga para pengharap oase dalam gersang

Denting bukan dari suara piano
Dari rintik asa pemimpi siang
Mengerang lalu bungkam
Bukan jalan dimana hujan mulai reda

Sengit pertikaian
Rintik menyulam kepedihan
Entah hampir badai atau topan
Yang jelas arah hujan mulai kebingungan

Arah tak berkompas alam
Matahari bukan lagi penunjuk arah barat atau selatan
Apalagi bintang
Karena ini adalah siang


02-12-2013