KAU YANG HILANG

Kau ambil kegagahanku, lalu kau pergi bersama gerombolan kabut di kala senja, waktu itu.
Lari kuingin merebut, tak usai lalu kau menghilang, di tengah hutan yang tak menghadirkan pohon-pohon rindang.
Air matapun runtuh berhamburan, bersama peluh-peluh kata yang juga runtuh bersama pecahan-pecahan doa malam.

Selesai?

Tidak, kunang-kunang masih penerang jalan, semak berduri rindu masih sebagai penyemangat juang.
Hingga suatu zaman, dimana kabut tak membelaiku dengan kesejukan, hingga saat itu pencarian ini tak akan selesai.

Pasrah?

Ya, pasrahku di ujung petualangan, kau kutemukan atau kau menghilang, dua kemungkinan yang akan kupertaruhkan, karena ini adalah kehidupan.


27-01-2014