KISAH RUANG SIDANG

Pintu seakan neraka yang menganga
Sepatu-sepatu mengkilat bernada tantang
Di semua raut wajah merekalah penjajah ruang

Lebur sudah aku dalam sidang
Lidah mereka merongrong kesalahan
Entah, aku hanya mangsa status akademik sialan

Deru suara liar cobaku menghajar
Mentahkan serangan yang katanya selalu benar
Waaalah, ternyata hanya kesesatan

Pun waktu berjalan lamban
Kenapa tak mereka sobek-sobek kertas haturanku
Biar semakin panas otak bersua gentar

Akh, nyatanya ruang sidang tak sepanas drama malam
Kisah klasik dari tetua tak ubahnya rongsokan
Hanya kelinci bermuka singa

Dan sudahlah...
Tak sampai kaki berlumut besi
Ruang sidang kini selesai


13:08 WIB, 06-01-2014