APA KABAR BUSTANUL ULUM

(Sajak rindu seorang alumni)

Apa kabar Bustanul Ulum?
Apa kabar pesantrenku?
Apa kabar sekolahku?

Bustanul Ulum...
Masih merajai ingat
Gema takbir dari surau yang sekarang masjid
Masih jelas dalam hati
Petuah-petuah kyai dan guru-guru pengabdi
Masih jelas sekali
Disana aku belajar bermimpi
Masih jelas
Tanahmu sejarah mengaji

Apa kabar bustanul ulum?
Masihkah nadzam-nadzam bergemuruh sahdu
Dari kelas-kelas yang dulu penuh debu...
Masihkah semangat santri berkecamuk rindu
Mengabdi pada kyai dan para guru...
Masihkah para santri sibuk melantunkan dzikir merdu
Saat senja menjemput maghrib dan subuh...
Masihkah seperti itu?

Apa kabar bustanul ulum?
Sudahkah sajadah berjejer rapi
Kala sepertiga malam merangkul sepi
Sudahkah para pemetik ilmu surgawi bersujud pagi
Kala matahari baru bangun dari petangnya mimpi
Sudahkah para santri berebut barokahnya hati
Mengabdi pada pesantren dan kyai
Apa kabar para santri?
Apa kabar Bustanul Ulumku saat ini?

Apa kabar bustanul ulum?
Apa kabar pesantrenku?

Bagaimana keadaan kyai Zuhairi?
Bagaimana keadaan Gus Alawi?
Bagaimana keadaan Gus Nabil?
Bagaimana keadaan Gus Aufal?
Bagaimana keadaan Neng Lubabah?
Dari hati, semoga lantun doa menyertai bakti
Dengan bait ini, semoga hati bersilaturrohim abdi
Padamu, Guru-guruku

Apa kabar bustanul ulum?
Disini, rintih doa menjerit lantang
Kadang malam, kadang siang
Lalu lalang kenangan selalu tersenyum riang
Mengajukku terbuai zaman
Ternyata kau masih pesantrenku yang kusayang

Lalu kutanyakan sendirian...
Apa kabar bustanul ulum yang menawan?

Disini, ditanah rantau
Aku merindu pesantrenku
Saat dulu kau ajarkan tafsir-tafsir ilmu
Dikala semu
Dikala pilu
Dikala hidup kuanggap benalu
Kau kekuatan yang mengajarkanku
Kau guruku,...
Kau kyaiku,...
Kau Bustanul Ulumku,...

Probolinggo, 18-03-2014