KENANG TANGISAN BULAN

(Refleksi tangisan bulan bersama "kabut")

Malam kesaksian menagih ingat
Kala kita menjemput tawa
Antara gugusan bintang
Kala kita menyaksikan tangisan bulan

Ketinggian puncak keindahan
Sebelum musim hujan menyulam panas
Langit tak mendung ria
Tangisan bulan pun jelas merana

Kala itu...

Garis senyum berbaris lembut
Kuterlelap disana melayang suka
Jamuan cinta kau hidangkan
Berbungkus tingkah dan tatapan menawan

Tak lepas kabut berperan saksi
Tarian dinginnya turut indahkan sunyi
Di malam yang kusebut kenang
Hati terkutuk tangisan bulan

Hingga sekarang...

Di atas rumput sebagian gersang
Bersama kekosongan malam
Kuhaturkan kenang tangisan bulan
Karena hatipun demikian

Puaskanlah kesedihan
Besok atau lusa bulan sempurna
Air mata mengeringlah perlahan
Sampailah kala saat terkenang

Hitamlah berbintang
Ejaan malam tak selamanya menyulitkan
Lepas dan godalah bulan
Buat tangisan berubah mustika keberuntungan

Tangisan bulan...

Jangan kau doakan kesamaan
Dulu itu hanya cumbu
Jangan kau salahkan aku
Dulu itu caraku agar dia tak bisu

Tangisan Bulan...

Menagislah malam ini
Teteskan air mata di lembah pesan
Haturkan salam kesucian
"Aku merindu surga para pecinta kesetiaan"

Probolinggo, 28-03-2014