MALANG BERKABUT (II)

Sajadah pagi berdoa harap
Kota malang kuintip dari kejauhan
Seruling emas bernada senyum di teras kalbu

Lantang jari menjerit tangis
Letupan air mata hanya suara sendu
Untuk kesaksian wanita yang membisu

Tentang malang berkabut
Karena wanita bersuaka rindu
Di lembah tua raga penunggu

Disana, malang merangkul tingkah
Wanita jelmaan kabut yang ribut
Tak kunjung rasa merasuk 

25-03-2014
(untuk Kabut di tanah Malang)