MALANG BERKABUT

di kota mangga mendung memaksa hujan
pijakan kaki terlebur kabur untuk tenang
menepilah sebentar otak kegelisahan
menengadah harapan semua akan selesai
woles kata anak terlahir tahun 95-an

di kota malang kabut memangsa pagi
sedari kemarin hujan terlelap untuk menari
sudah kabut basah kuyup berputar sendiri
tersenyumlah hati merayakan fiksi
sandinglah kabut bermain-main puisi

malang berkabut kota mangga hujanlah
biarkan mendung lewati waktu dhuha
lalu sepucuk doa di atas sajadah pinta
bawalah kabut bersama mendung kotanya
hujanlah ke hati pujangga di kota mangga

Probolinggo, 21-03-2014
(Untuk kabut di kota malang)