SEBAIT RINDU

*Untuk Kabut

Pejam mata
Terdengar bisik angin mendayu
Menabuh gendang telinga
Permisi tuan...
Lembut ia masuk bersahaja
Mengeja lalu mengeja
Sederhana saja kubisa mengerti tiap kata
"Aku jiwa wanita"; katanya
Sebilah pisau kenang terhunus
Otakpun sibuk menangkis
Ternyata sudahlah benar
Angin bisikan rindu wanitaku yang hanya angan
Semakin, dari sepoi-sepoi ke puyuh
Hingga inilah sebait untuk rindu yang tak lusuh

23-04-2014