WANITA ANGAN (IV)

Lagi-lagi
Hati bercagak angan
Di teras malam berjubah hitam

Gegas menyusup cepat
Bak kembang matahari layu
Gesit menyambar terang
Angan berbunga sayang
Bersari asa kemudian luka
Sudah, ini biasa

Melayang-layanglah kunang-kunang 
Meski siang
Bermainlah bersama pipit-pipit
Nyanyikan siulan lantang
Selantang mimpi sang pembait angan

Anganku...
Sembunyikan wanitaku di goamu
Biar bertapa sepi
Kelak ia sakti
Dan akupun memati suci

Tak berjudi asa
Karena semua pasti

Mengertilah
Wanita angan bersorban kenangan

07-04-2014