RINDU DI TANAH DEWI AIRLANGGA

Aku merasakan kamu disini
Aku melihatmu kekasih khayalku
Di tanah ksatria Airlangga

Aku bahagia bercinta dengan jejakmu
Membelai tanah rantaumu
Aku merasakan tatapanmu kasih

Andai mendung kotamu menjadi hujan
Kutitip pesanku dengan tetesannya
Tapi tidak, gerimis hanya lewat
Saat puisi rinduku tak tamat

Bersama mendung hati ini berucap
Rembulan menghilang tapi malam tetap keindahan
Begitupun kamu dan hati ini

Salamku di tengah malam tanah rantaumu
Lihatlah, bintang boleh padam
Angin boleh pula tenang
Tapi rindu berapi-api gusar

Andai tak ada kesedihan malam
Dengan apa lagi kuandaikan kerinduan

Kasih

Surabaya, di atas musholla, sekitar jam 1 malam, 17-05-2014