ANJING HITAM

Tibalah saat aku bungkam
Melihat mimpi terkatung-katung
Melayang tanpa hempasan angin
Langit yang dulu kau sebut biru
Menghilang begitu saja, sayang

Adakah jawab, kini hanya bisu
Tangisku setiap hari, deras, mutiaraku gugur

Dan hanya puisi mendekapku lembut
Selembut kau menyobek mimpiku sayang

Seekor merpati tersesat di gelap hutan
Gerombolan hiu terdampar di laut dangkal
Aku terbunuh di hatimu sayang

Kemarilah!
Sesaat saja...
Raih darah di mataku
Sebelum raib diminum waktu
Dan kaupun tahu...
Ada anjing hitam ingin menjadi pangeran

Jambesari, 31-07-2014