KUCATAT MALAM

Setangkai asap rokok kuhaturkan untukmu malam
Otak yang kau caci
Hati yang kau usik kini
Asap ini terima kasihku
Mari bersulang denganku
Dengan secangkir kopi basi
Sambil menunggu pagi
Malam...
Kau musuh menghantam nyali
Kala kau datang selalu teka teki
Ilusi, mimpi, misteri, inspirasi dan sejagat harapan menghampiri
Entah?
Angin yang kau utus
Petang yang kau sulam
Sunyi yang kau rangkai
Juga bisikan yang kau lirihkan
Mengundangku sibuk berdialog dengan kehidupan
Hingga pucat mataku
Memutih rambutku
Kering bibirku
Mengkerut kulitku
Kau masih sama memperlakukanku
Sudahlah tapi tak sudah
Usailah tapi tak usai
Teramat banyak telah terperikan di kertas-kertas masa lalu
Tapi tetaplah begitu
Setiap bahasan adalah semu
Cita pun cinta
Dosa pun begitu seterusnya
Sudahlah sementara
Usailah sementara
Mari merokok lagi
Mari minum kopi lagi
Esok, malam pasti kembali
Dan akan seperti ini lagi

00:43 12-09-2014