BARANGKALI

Dewi Airlangga (24)

Barangkali sudah tak kau hiraukan
Air mata yang menetes menjelma kata keindahanmu
Barangkali sudah tak kau ingat
Air mata yang gugur membentuk sketsa wajahmu
Barangkali sudah tak kau tahu
Air mata yang merindukan usapanmu
Barangkali sudah tak kau pedulikan semuanya

Barangkali tak mengapa
Biarlah air mata ini menjadi tinta pena bisuku saja
Akan kuceritakan lewat kertas-kertas rongsokan
Kulipat sekecil mungkin lalu kusimpan di kotak baja
Entah kapan...?
Lalu kukubur di tanah tak bertuan
Barangkali seribu tahun kemudian
Ada pemuda berjiwa sama
Dan ia menceritakannya sebagai dongeng Ksatria Air Mata
Barangkali akan seperti itu, Dewi Airlangga

Tanjung, 06-10-2014