DISANJUNG SETAN

Peluh tergerai indah
Aroma semen bersenandung dengan tubuh
Muka tersusun lusuh
Terbakar malas bersama sang angkuh

Sedang ternikmati
Di rumah Ilahi
Tempat kajian hati dipelajari

Mula-mula saja
Setan berjurus sekecil atom rasa
Menyanjung jiwa
Berkecimpung meneriakkan bangga
Seindah goda perawan desa
Semanis belai kaum tante kota
Atau boleh jadi lebih dari itu semua

Setan...
Enyahlah kau ke tong sampah saja
Biarkan ikhlas sekali rupa
Aku ingin bercinta dengan Tuhan yang esa

Setan...
Ayolah...
Sejenak lupakan permusuhan kita

*Sajak seusai "Ngecor"
Nurul Jadid, 11-11-2014