ANTARA PULANG DAN IMPIAN

Pulang;
Mungkin layaknya merpati, terbang menyusuri belantara, jaring-jaring laba-laba kerap menghadang, reruntuhan dedaunan sebesar perisai acap kali menyerang, ranting-ranting penuh duri-duri bersembunyi sesekali mengejutkan nyali.
Pulang ke arah timur, kembali membawa cerita sederhana dari belantara, lalu terbang di hutan sendiri yang telah dihafal liuk runtuh dedaunan, pun lintasan yang mungkin paling terjal. Pulang;

Impian;
Mungkin layaknya medan yang tak sempat dijamah pandang, padang pasir seluas harapan, di tengahnya sebuah danau terhimpit gedung-gedung peristirahatan, beratapkan emas-emas perawan, di dalamnya dzikir-dzikir ketuhanan seperti nyanyian hujan, mengantarkan pulas menuju puas.
Impian ke arah manakah?, sepintas nalar bukanlah pulang, tapi cukupkah kebingungan antara keduanya, terhapus impian melanjutkan impian. Impian;

Pulang & impian;
Antara keduanya seperti berdiri di atas pedang, darah bercucuran membentuk tanya, lagi-lagi menunggu keputusan takdir di meja nyata. Apakah;

Tanjung, 18-12-204