DENTINGAN HATI

Dewi Airlangga (43)
Teratai emas
Tunjukkan kemana arah hilir
Menuai bukan lagi impian
Membuai, apa lagi
Hanya garis-garis tertulis
Hanya buih-buih tersampai
Kepada petaka kupinjam
Bahasa tentang kepedihan
Begitu kiranya
Sebelum dikecam pecundang
Dewi, tak kunjung mengerti
Mungkin hanya karena abstraksi
Hingga sulit dipahami
Celetuk ego bersombong diri
Di hadapan hakim para peri
Yang kata cinta adalah selendang mati

Tanjung, 23-12-2014