KULTUS CINTA KEMBALI DIBACAKAN

Dewi Airlangga (40)

Mula-mula kultus cinta kembali dibacakan
Bukan bersama gerimis kabut yang lalu-lalu(*)
Kali ini sakral bergaun kemistisan hujan
Bercincin mendung tanpa batu berlian
Semua sederhana gugur membawa kejutan
Sungguh keabsolutan makna
Tak habis waktu otak menafsirkan
Liku luka sirna begitu saja
Tertafsir pada bulir-bulir karya tanpa koma
Hingga terkadang berlalu surga
Ketika rasa terbawa berdzikir dalam do'a
Dan lagi-lagi kultus cinta dibacakan
Menyeret petang pada petang
Namun tak dibiarkan ketakutan

Tanjung, 11:30 WIB, 06-12-2014
(*) Pada Sajak AWAL MATA KEMUDIAN BERAIR