MENUJU KUBURAN NESTAPA

Dewi Airlangga (38)

Tak bisa pelangi menghalang angin, paceklik ini paksaan, berat berbohong pura-pura amnesia, hati berpuisi tak bertinta, di langit suram tanpa lentera.

Sengaja air mengalir ke ketinggian, itu hukum otak yang hilang, biarlah bertengkar, gaduh kejujuran adalah perjuangan menuju kebahagian malam.

Gugurlah air mata tak mengapa, senyap-senyap jangan sampai bernada, tunggang kepedihan, kelak ia bersayap putih, terbang mengitari kuburan nestapa.

Tanjung, 04-12-2014