PENCURI JALAN

Ini kisah ke-tidak-bebasan
Pencuri jalan dibingkai kemapanan
Saban hari melirik aspal
Kemana selanjutnya mata kebingungan
Telinga berbising knalpot jalanan
Hidung mengendus aroma pembaharuan
Mulut mencicipi beragam kopi hitam
Tapi tak mudah
Pencuri jalan masih dijerat pasal
Dalam kemuliaan dan pertanggung jawaban
Sampai benar-benar otak tanpa kegaduhan
Maka dicuri jalan
Dibungkus sutra suci
Digantung di rumah kaca sejati
Hingga kelak ia tak basi
Dan cukup untuk makan sampai mati

Arak-arak, 04-12-2014