UNDANGAN BERCINTA UNTUK PENA

Ayolah penaku
Bawa aku bepetualang mimpi seperti dulu
Mendaki Mahameru hingga Rinjani
Membaca puisi di Taman Ismail Marzuki
Menulis seperti Dewi Lestari
Atau melukis di Ubud, Bali

Ayolah penaku
Jangan mengering layu
Masih telalu sedikit memecah teka-teki
Mengeja tingkah nakal hati
Memakna Bromo hingga Kawah Ijen yang berapi
Mengurai peluh di metropolitan pagi
Jakarta, Bogor, Yogyakarta, Surabaya hingga bali dan banyuwangi
Melangitkan mimpi
Atau berpuisi untuk Sang Dewi

Ayolah penaku
Aku rindu kau menari di Pulau Merah
Berbasa-basi pasca Bundaran HI
Menyapa mesra indahnya Danau Rengganis kala sepi
Menyeduh kopi pagi di Kota Malang yang beragam arti
Meratapi sedih di bawah langit Probolinggo lagi
Atau memesan inspirasi dari Surabaya tentang hati

Ayolah penaku
Tintamu masih hitam
Masih mampu menuntunku berjalan
Bukankah kau pernah tergores tentang keabadian
Bahkan sabda-sabda kau pahatkan
Dan aku yang menyimpannya di lemari perpustakaan
Suatu saat pasti mata merindukan
Karena ia adalah harapan

Jadi!
Ayolah penaku
Mata hati, hati bermata
Mata pena, pena bermata
Lihatlah bersama mata-mata
Disana surga menunggu kita bercinta

Tanjung, 15-12-2014