PANTOFEL KERINGAT AYAH


Berjalan gagah
Pantofel mengkilat mewah
Sekali lewat mata-mata sumringah
Sang akademisi bangga menyongsongkan kerah
Cuuuuuuuuuuih...
Apa bangga yang dibangga
Kau garis miring Aku, siapa kita?
Pantofel bukan keringat siapa-siapa
Adalah keringat ayah yang kita injak suka-suka
Lalu apa kita gagah menaklukkan cita-cita
Jika sekalipun tak pernah kita semir mesra
Pantofel yang bergelimpangan duka
Hingga sekarang, kita bahagia mamakainya
Pantofel keringat Ayah
Jangan sampai lupa
Esok malaikat pasti akan menyakannya
Jambesari, 11-02-2015
Refleksi Pantofel hari pertama