PECAH

Dewi Airlangga (52)
Bongkahan nama, tersimpan dalam bejana tua, motifnya semakin lama semakin berevolusi bunga, dibentuk alam, dihaluskan takdir sang esa. Tertanya seberapa lama sempurna, bongkahan nama diam sejuta aksara, lebihnya kadang ia memaki asa, sakitnya bukan main, ubun-ubun serasa pecah. pecah. pecah.
Apa kiranya, bongkahan nama lenyap dimakan karat, atau keajaiban merubahnya menjadi air, kuteguk kubiarkan mengalir, menjadi ganti lelahku selama ini. Tertanya lagi, apakah itu mungkin, bejana tua harap-harap juga tak pecah. pecah. pecah.
Bondowoso, 20-02-2015