RINDU METROPOLITAN

(Burung Nakal Kembali pada Sangkar)
Sudah dibegal umur
Kembali menjadi anak pinggiran yang kesepian
Kanan kiri yang hanya persawahan
Depan belakang yang hanya celotehan basa-basi persaudaraan
Sudah disetubuhi nasib
Kembali menjadi kekasih gelap metropolitan
Dikunjung hanya jika ada waktu luang
Dibelai hanya jika butuh hiburan
Padahal masih sebentar ditinggal
Metropolitan kini meninggalkan rindu teramat dalam
Kelakar lampu-lampu jalanan
Rengek trotoar perkotaan
Rintih ornamen-ornamen kemegahan
Serta rekah senyum perawan-perawan modis bergaya
Semua adalah rindu di heningnya desa
Sudah disudahi saja
Bala rindu harus dilawan paksa
Esok matahari terbit menjinjing surya
Pipit-pipit merayap mencuri padi
Hilir sungai merdu bernyanyi
Kabut tipis menyentuh pori
Kekasih abadi tersenyum menghibur diri
Menjenguk hati yang sakit menyendiri
Pinggiran Bondowoso, 23-02-2015