TETANGGA (BUNGA)


Sebut saja namanya Bunga
Senyumnya angin di hutan rimba
Menerjang pepohonan tua
Berseteru mengalahkan dedaunan raksasa
Dikhianati suami berkepala naga
Berjudi di langit Nirwana
Menyemburkan api kala di istana
Menyanding bidadari-bidadari berbayar tahta
Sungguh mencekam nasib si Bunga
Beranak perawan muda dan lelaki ingusan
Ditinggal pergi tulang punggung tersayang
Apakah selanjutnya Bunga melawan
Jalan masih tak bersinar
Di ufuk matanya
Harapan jelas berbinar
Garis-garis matanya
Bernyanyi jutaan tanya
Kedip matanya
Simbol juang kegigihannya
Pandangan matanya
Bunga mengharap Bunga kembali mekar bersahaja
Di warna matanya
Sajak ini terlahir menyapa belahan makna
Di matanya, Bunga
Bondowoso, 25-02-2015