TETANGGA (ILALANG SEPUH)


Sebut saja namanya Ilalang Sepuh
Sudah ribuan manusia menginjak jasanya
Keringat ilalang bertaburan di setiap sudut ruang
Tempat manusia-manusia memerangi kebodohan
Setiap hari...
Setiap matahari memandang ubun-ubun
Ia memperhatikan pintu-pintu mengaung
Setiap pagi...
Setiap matahari menyapa subuh
Ia membelai lantai-lantai mengeluh
Berkopyah putih kusut
Bercelana selutut
Berbaju buntut
Ilalang sabar mengulang-ulang ritual semut
Ilalang Sepuh tak berakar keluh
Diinjak
Diludahi
Dimakan sapi
Ia tetap saja berdiri
Ilalang Sepuh beruban surgawi
Indah untuk diselimuti puisi
Biar tak kedinginan diterjang putaran bumi
Pinggiran Bondowoso, 12.46 WIB, 26-02-2015