ABSTRAKSI MALAM

Langit gemetar: kaum hijau menggigil; kaum hitam mengerang ketakutan; kaum merah lihai melukis gelap; kaum coklat memoles bibirnya mengkilat; kaum tanpa warna, entah apa yang sedang mereka pertunjukkan.

Bumi kedinginan; kaum putih memetik dzikir; kaum kuning pun demikian; kaum tanpa warna, entah apa yang sedang mereka pertontonkan.

Abstraksi keheningan; kaum air berbisik manis; kaum mesin menggilis senyap; kaum galaksi ribut berotasi sederhana; kaum tanpa wujud nyata, entah apa yang sedang mereka sibukkan dengan tanpa warna.

Abstraksi malam; tak mudah melucuti gaun berbahan permata, takut-takut lepas menghilang tanpa jejak satu huruf saja, lalu bagaimana kemudian mencarinya.

Mata memanas; kaum-kaum dengan ritual magis masing-masing, dengan gaun-gaun mewah masing-masing, sudi kiranya abstraksi malam dianggap jiwa yang sedang bertakbir, dengan kitab alam tanpa fikir.

23.14 WIB, 17 Maret 2015
Abstraksi Malam Pinggiran Bondowoso