ENTAH APA JUDULNYA

Dewi Airlangga (54)
Sayang
Aku tak kemana tiap seper-seribu detik
Selalu merapikan senyummu di dinding tunggu
Ada kalanya peluhku menetes di lantai batu
Kubiarkan mengering dihempas malu
Sayang
Aku tak kemana tiap seper-seribu detik
Selalu merapikan tatapanmu di atas rindu
Ada kalanya tangisku tertawa beradu
Kubiarkan nyaring memecah semu
Sayang
Aku masih tak kemana
Memelukmu dalam rona memilukan
Membelai rambutmu yang tergerai penuh pertanyaan
Sayang
Aku bergegas bersama malam ini
Menghantarkanmu tidur di peristirahatan
Esok musik yang terlantun akan kuputar ulang
Lalu kubacakan sebuah puisi kesetiaan
Sayang
Itu janjiku pujangga yang tak kau hiraukan
Hingga petang ini menghilang
Kutulis dulu puisi yang akan kubacakan
Dan pada saatnya jangan kau sampai tercengang
Sayang
Ada sebuah musik yang mungkin tak kau paham
Nadanya bergemerencing tajam
Melukai telinga-telinga pendengar
Hampir beranjak dari nyata yang nyata
Begitu yang akan kujadikan latar
Kala kubacakan puisi di masa yang akan datang
Pinggiran Bondowoso, 01.11 WIB, 12 Maret 2015