GERHANAMU

Dewi Airlangga (57)

Berdiri di ketinggian mata pengemis
Memandang ke arah barat dimana kau terbiasa terbit
Di depanku kini pagar semakin mencakar langit

Bias-bias rona sinar keanggunan terbesit
Hanya itu sesuatu membuatku percaya untuk bangkit
Menyapa gerhanamu yang selalu sebabkan tangis

Sebab gerhana berumur panjang sudah drama tragis
Dimana melankolis adalah simbol pujangga apatis
Yang pada akhir gerhana adalah alur mistis

Jambesari, 30 Maret 2015