TENTANG MASA YANG PULANG

(Sebuah catatan tentang kenangan yang pulang)
Hari ini, senyum-senyum itu kupetik kembali dari tangkai bunga-bunga masa lalu, masa yang pulang dari kepergian waktu bertahun-tahun lamanya. Indah, bukan sekadar pemuas paragraf di setiap perjalanan kata. Seperti kembali lagi menjadi anak alam yang disusui cinta tanpa kebencian. Sumpah, demi perputaran waktu yang melejit tanpa peduli kulit-kulit yang mulai mengkerut cepat, kepulangan masa ini sungguh indah. Hingga, kemana lagi kupelajari memoles kata, kata-kata ini tak cukup mewakili keindahannya.
Tentang masa yang pulang, kudengar kabar-kabar menari di rongga telinga yang sedari jauh waktu telah tuli tentang saudara. telah kusadari hati yang teramat egois memaknai sederet kisah di permulaan hidup, tentang dimana pondasi istana dibangun megah mencakar tingginya mimpi yang sebenarnya masih misteri. Entah, apakah aku, kamu, kita memahami, jelasnya, masa telang pulang.
Selamat datang masa, mari masuk ke istanaku yang masih rapuh ini, aku ada sedikit suguhan dari barat, tempat aku mencari buah-buah segar, tempat aku mengumpulkan benih-benih yang sekarang aku ingin menanamnya disini, ya, disini, tempat masa yang pulang, tempat dimana aku, kamu, kita bernyanyi tanpa lirik lagu sandiwara. Sekali lagi, selamat datang masa.
Bersambung.....
Pinggiran Bondowoso, 06-03-2015