AKU SUDAH TELANJANG; DATANGLAH

Setibanya hati merayap di senja ini
Kisruh ruang yang kuhiasi jutaan aksara mati
Kuburan jasad-jasad lama yang mulai tak kukenal wajahnya

Kanan-kiri cerita di perjalanan pagi
Ada sebuah ajakan untuk menantang yang sekarang
Ada sebuah kebosanaan yang terburu meninggalkan sebuah zaman

Banyak yang terlupa senyumnya bagaimana
Banyak yang terlupa pula tawanya bagaimana
Kisruh, benar-benar kisruh
Petaka datang lagi
Mengamuk uban-uban yang mulai kentara dipandang

Angin datanglah
Bawakan gerimis yang kudatangkan di masa silam
Buat aku menjadi dingin
Aku sudah telanjang tanpa selapis-pun kain penghalang
Aku tak ingin tertidur
Masih teramat banyak yang belum ku wajahkan
Tentang sesuatu yang tak berwajah
Masih teramat banyak yang belum ku senyumkan
Tentang sesuatu yang tak punya bentuk senyum
Masih teramat banyak yang belum ku menangiskan
Tentang sesuatu yang tak punya bentuk tangis

Bertahanlah
Kumohon bertahanlah
Demi dzikir di bulir-bulir huruf  kaum dekil
Yang selanjutnya semoga menjadi koin
Bekalku berjalan di atas Sirotol Mustakim

Jambesari, 01 April 2015