FAST & FURIOUS 7 DAN PESAN-PESAN DI DALAMNYA


Sebuah sekuel film Box Office yang ditunggu-tunggu telah dirilis, milyaran pasang mata dari seluruh penjuru bumi telah menikmati kemegahannya, aksi-aksi yang spektakuler, teknologi yang canggih, drama yang mengharukan, semua bisa dinikmati pada film yang dirilis pada 3 April 2015 ini.

Ada banyak pesan berharga yang mungkin bisa kita ambil dari film yang disutradarai oleh James Wan ini. Pesan-pesan itu banyak terselip diantara pecahan-pecahan kaca perkelahiaan, diantara panasnya balap jalanan hingga diantara menawannya kisah sebuah keluarga.

Sungguh, jika kita menangkap hal yang positif dari film ini, bukan hanya sekedar hiburan yang dapat kita nikmati. Banyak yang patut dijadikan referensi untuk dijadikan refleksi diri. Dom, Brian, Letty, dan Hoobs telah mengajarkan kita banyak hal, berikut mungkin yang bisa kita ambil pelajaran.

Pertama, Pemimpin seharusnya selalu di depan. Adalah Dom yang menjadi pemimpin pada film yang memakan biaya produksi sebesar 250 juta dollar AS atau setara dengan Rp 3,2 triliun ini. Dalam banyak adegan dialah pemimpin yang harus dicontoh, dia selalu di depan dalam semua perjuangan Tim, semisal ketika dia terjun dengan mobilnya dari Pesawat untuk menyelamatkan Ramsey, dia berada di barisan pertama agar diikuti semua anggota Tim. Konsekuensi besar yang pastinya jarang dilakukan pemimpin kebanyakan.

Kedua, Tak ada teman yang ada hanyalah keluarga. Lagi dan lagi, ini adalah pesan sang pemimpi Fast Forius 7. Tim yang dipimpin oleh Dom anggotanya tidak semua berasal dari satu keluarga, mereka Teman tapi Dom menganggapnya sebagai Keluarga, baginya teman yang selalu setia kepadanya adalah keluarganya juga. Buktinya adalah kematian Han, teman Dom dibunuh secara diam-diam oleh Deckard Shaw di Tokyo. Dan itu merupakan faktor terbesar yang memberikan semangat balas dendam terhadap Deckard Shaw, meskipun Deckard Shaw  juga ingin balas dendam atas adiknya yang dilumpuhkan oleh Tim Dom di Inggris. Tapi itu cukup membuktikan, bahwa Teman juga merupakan keluarga bagi Dom. Bagaimana dengan kita, sudahkah punya keluarga yang demikian?.

Ketiga, Berubah demi keluarga. Ini yang biasanya berat untuk dilakukan, sangat sulit menghilangkan ego untuk menyesuaikan dengan keluarga. Sulit memahami, bahwa pada dasarnya kita yang seharusnya berusaha menjadi anggota keluarga yang baik, Bukan mengikuti apapun yang kita mau. Adalah Brian yang mengajarkan itu semua, dia rela berusaha merubah dirinya menjadi kepala rumah tangga yang baik, meskipun berat untuknya, karena apa yang dia lakukan tidak sesuai dengan kesukaan (hobi) pribadinya. Contoh kecilnya adalah Ketika  Brian mengantarkan anaknya (Jack), ia rela mengendarai mobil keluarga dengan antrian panjang, dan itu benar-benar membosankan baginya. Tapi dia tetap berusaha. Apakah kita sudah demikian?.

Keempat, Keluarga memang berbeda dan saling melengkapi. Ramsey, seorang ahli teknologi yang menemukan “Mata Tuhan”, menjelaskan satu persatu tentang anggota Tim yang dipimpin oleh Dom. Seorang Pelawak, Tentara, Teknisi, Pemimpin dan Nona Pemimpi semua tergabung dalam Tim tersebut, mereka saling melengkapi dalam keluarga, saling bekerja sama dan berperan dengan kemampuannya masing-masing. Dalam skenarionya, jelas sekali, Film ini mengajarkan bagaimana menyatukan perbedaan untuk menjadikan keluarga yang spektakuler dan harmonis.

Kelima, Jangan Menyuruh Mencintai Biarkan Mencintai dengan Sendirinya. Ini tentang cinta, pesan seorang Dom yang berwajah sangar, bertarung adalah “makanan” harian dan balapan di jalanan adalah hobinya yang mungkin tak akan pernah ia hentikan. Dibalik itu semua ternyata Dia mempunyai prinsip menawan tentang kehidupan asmaranya. Dia tak ingin memaksa orang yang dia cintai untuk mencintainya, dia ingin orang yang dia cintai mencintai dirinya secara alami, tanpa paksaan. Letty, yang hilang ingatan, selama 15 tahun Don berusaha untuk menyembuhkannya kembali, sedikit demi sedikit Letty mulai mengingat tentang dirinya. Dan hal penting yang tak pernah Dom sampaikan, yakni tentang pernikahannya dengan Letty. Hingga ketika Letty sempurna dengan ingatannya, Letty menanyakan kepada Dom, “Kenapa kamu tidak memberi tahuku kalau kita sudah menikah?”. Dom dengan haru menjawab “Aku tak ingin menyuruhmu mencintaiku, aku ingin kamu mencintaiku dengan sendirinya”, begitu kiranya jika di-bahasa indonesiakan.

Keenam, Setia Menunggu. Di skenario yang sama dengan Pesan yang Kelima, dimana tergambar secara jelas bagaimana seorang Dom setia menunggu Letty selama 15 tahun, setia memperjuangkan kepulihan Letty dan tetap menjaganya selama 15 tahun tersebut.
Begitulah mungkin pesan yang dapat kita pelajari dari Film Fast & Furious 7, meskipun sebenarnya masih banyak lagi pesan-pesan yang dapat kita ambil. Dan anda, pasti mempunyai cara pandang yang berbeda dari pesan-pesan yang tersampaikan, bahkan mungkin akan lebih luas lagi. Silahkan renungi sendiri!.

“Film bukan hanya untuk hiburan, tapi Film juga media untuk belajar”.Sebuah sekuel film Box Office yang ditunggu-tunggu telah dirilis, milyaran pasang mata dari seluruh penjuru bumi telah menikmati kemegahannya, aksi-aksi yang spektakuler, teknologi yang canggih, drama yang mengharukan, semua bisa dinikmati pada film yang dirilis pada 3 April 2015 ini.

Ada banyak pesan berharga yang mungkin bisa kita ambil dari film yang disutradarai oleh James Wan ini. Pesan-pesan itu banyak terselip diantara pecahan-pecahan kaca perkelahiaan, diantara panasnya balap jalanan hingga diantara menawannya kisah sebuah keluarga.

Sungguh, jika kita menangkap hal yang positif dari film ini, bukan hanya sekedar hiburan yang dapat kita nikmati. Banyak yang patut dijadikan referensi untuk dijadikan refleksi diri. Dom, Brian, Letty, dan Hoobs telah mengajarkan kita banyak hal, berikut mungkin yang bisa kita ambil pelajaran.

Pertama, Pemimpin seharusnya selalu di depan. Adalah Dom yang menjadi pemimpin pada film yang memakan biaya produksi sebesar 250 juta dollar AS atau setara dengan Rp 3,2 triliun ini. Dalam banyak adegan dialah pemimpin yang harus dicontoh, dia selalu di depan dalam semua perjuangan Tim, semisal ketika dia terjun dengan mobilnya dari Pesawat untuk menyelamatkan Ramsey, dia berada di barisan pertama agar diikuti semua anggota Tim. Konsekuensi besar yang pastinya jarang dilakukan pemimpin kebanyakan.

Kedua, Tak ada teman yang ada hanyalah keluarga. Lagi dan lagi, ini adalah pesan sang pemimpi Fast Forius 7. Tim yang dipimpin oleh Dom anggotanya tidak semua berasal dari satu keluarga, mereka Teman tapi Dom menganggapnya sebagai Keluarga, baginya teman yang selalu setia kepadanya adalah keluarganya juga. Buktinya adalah kematian Han, teman Dom dibunuh secara diam-diam oleh Deckard Shaw di Tokyo. Dan itu merupakan faktor terbesar yang memberikan semangat balas dendam terhadap Deckard Shaw, meskipun Deckard Shaw  juga ingin balas dendam atas adiknya yang dilumpuhkan oleh Tim Dom di Inggris. Tapi itu cukup membuktikan, bahwa Teman juga merupakan keluarga bagi Dom. Bagaimana dengan kita, sudahkah punya keluarga yang demikian?.

Ketiga, Berubah demi keluarga. Ini yang biasanya berat untuk dilakukan, sangat sulit menghilangkan ego untuk menyesuaikan dengan keluarga. Sulit memahami, bahwa pada dasarnya kita yang seharusnya berusaha menjadi anggota keluarga yang baik, Bukan mengikuti apapun yang kita mau. Adalah Brian yang mengajarkan itu semua, dia rela berusaha merubah dirinya menjadi kepala rumah tangga yang baik, meskipun berat untuknya, karena apa yang dia lakukan tidak sesuai dengan kesukaan (hobi) pribadinya. Contoh kecilnya adalah Ketika  Brian mengantarkan anaknya (Jack), ia rela mengendarai mobil keluarga dengan antrian panjang, dan itu benar-benar membosankan baginya. Tapi dia tetap berusaha. Apakah kita sudah demikian?.

Keempat, Keluarga memang berbeda dan saling melengkapi. Ramsey, seorang ahli teknologi yang menemukan “Mata Tuhan”, menjelaskan satu persatu tentang anggota Tim yang dipimpin oleh Dom. Seorang Pelawak, Tentara, Teknisi, Pemimpin dan Nona Pemimpi semua tergabung dalam Tim tersebut, mereka saling melengkapi dalam keluarga, saling bekerja sama dan berperan dengan kemampuannya masing-masing. Dalam skenarionya, jelas sekali, Film ini mengajarkan bagaimana menyatukan perbedaan untuk menjadikan keluarga yang spektakuler dan harmonis.

Kelima, Jangan Menyuruh Mencintai Biarkan Mencintai dengan Sendirinya. Ini tentang cinta, pesan seorang Dom yang berwajah sangar, bertarung adalah “makanan” harian dan balapan di jalanan adalah hobinya yang mungkin tak akan pernah ia hentikan. Dibalik itu semua ternyata Dia mempunyai prinsip menawan tentang kehidupan asmaranya. Dia tak ingin memaksa orang yang dia cintai untuk mencintainya, dia ingin orang yang dia cintai mencintai dirinya secara alami, tanpa paksaan. Letty, yang hilang ingatan, selama 15 tahun Don berusaha untuk menyembuhkannya kembali, sedikit demi sedikit Letty mulai mengingat tentang dirinya. Dan hal penting yang tak pernah Dom sampaikan, yakni tentang pernikahannya dengan Letty. Hingga ketika Letty sempurna dengan ingatannya, Letty menanyakan kepada Dom, “Kenapa kamu tidak memberi tahuku kalau kita sudah menikah?”. Dom dengan haru menjawab “Aku tak ingin menyuruhmu mencintaiku, aku ingin kamu mencintaiku dengan sendirinya”, begitu kiranya jika di-bahasa indonesiakan.

Keenam, Setia Menunggu. Di skenario yang sama dengan Pesan yang Kelima, dimana tergambar secara jelas bagaimana seorang Dom setia menunggu Letty selama 15 tahun, setia memperjuangkan kepulihan Letty dan tetap menjaganya selama 15 tahun tersebut.
Begitulah mungkin pesan yang dapat kita pelajari dari Film Fast & Furious 7, meskipun sebenarnya masih banyak lagi pesan-pesan yang dapat kita ambil. Dan anda, pasti mempunyai cara pandang yang berbeda dari pesan-pesan yang tersampaikan, bahkan mungkin akan lebih luas lagi. Silahkan renungi sendiri!.

“Film bukan hanya untuk hiburan, tapi Film juga media untuk belajar”.

12 April 2015

No comments:

Post a Comment