LENA

Hei kau lena
Kenapa kau betah mengusik jiwa
Enyahlah
Aku tak sanggup menerkamu

Bibir ocehanmu
Mata kedipanmu
Akh, kurang ajar sekali kau lena

Lena
Kumohon dalam decak aksara yang mulai tak menawan
Enyalah dari muka
Dari jiwa
Dari rasa
Dari otakkku yang ter"lena"

Lena
Kembalikan pena yang kau rampas paksa
Soalnya disana mantraku satu-satunya
Sumber saktiku menaklukkan petaka masa

Lena
Tak haruslah kumemohon seribu lara
Mengertilah dan tinggalkan aku selamanya
Lena... Lena...
Aku merana Lena

Pedalaman Jawa Timur, 19 April 2015, Tentang Lena

No comments:

Post a Comment