PUISIKU DAN AKU


;Puisiku
Aku tak akan lagi menangisimu
Mau kau hidup, mati, menghilang dimakan aspal
Aku tak peduli
Senyumku adalah kamu yang akan lebih manis
Hingga jika aku menangisimu
Maka tentu kamu adalah kematian yang kosong arti

;Puisiku
Larut malam ini di semediku yang bersibuk meninggalkanmu
Tertulis tafsir-tafsir tentangmu
Wajahmu yang kukenal penuh air mata kesepian
Kuhapus dalam khayal yang kuciptakan tanpa berlebihan

:Puisiku
Mari kita berpeluk mesra dalam keabstrakan ini
Kecup mataku yang lelah
Belai rambutku yang lama sekali tak mengenali basah

;Puisiku
Kita masih keajaiban di roda-roda kehidupan
Kita masih bernostalgia tentang yang lama-lama
Kita yang mengutuk kematian jiwa kita
Kita akan bersama sampai detik tinta terakhir tertulis sempurna
Amin

Bondowoso, 16 April 2015