MATI LAMPU DI PEDALAMAN

Semalam ceritanya begini di pedalaman
Mati lampu tak kurang dua jam

Tak sampai ingusan turun dari masing-masing surau
Aku menunggangi piaraan karya jepang
Bersama sesama perjaka menyusuri desa
Inginnya menyeduh kopi pinggiran aspal
Seperti kebiasaan para perkotaan
Nahas, lupa tentang perbedaan
Sepanjang roda menggilas tak kunjung kopi terlihat
"Ini maghrib kawan", cetus malaikat di telinga kanan

Benar saja dihukum kematian sang lampu jalanan
Ya sudah rengek mesin diubah perbincangan

Aku bicara pada kegelapan
Kanan kiri pedalaman berangkat pada pencerahan
Gugur dedaunan dibakar
Ingusan semakin kencang meneriakkan takbir Tuhan
Mungilnya lilin-lilin perlawanan
Menantang lincahnya gelap yang menuntut sekarat
Benar sekali mereka bukan pecundang
Selip kataku dalam perbincangan
Pada mati lampu yang kesekian

Benar begitu adanya cerita semalam
Mati lampu di pedalaman, kawan


Jambesari, 21 Mei 2015

No comments:

Post a Comment