POJOK LAPANGAN TENTANG IA

Dewi Airlangga (64)

Kembali mengukur huruf
Kembali menyuarakan arus
Kembali memungut gores raga di cerita romansa
Kembali yang sebenarnya hati tak sudi

Ini pojok lapangan
Dimana alam kembali diutus mengembalikan malam
Juga mengembalikan huruf pada kegaduhan

Ia hadir dengan yang tertakdirkan
Ia berpoles merah muda dengan senyum ala kadarnya
Biasa yang justru mengamuk isya berwaktu lama

Ia bercerita menghadap mata-mata
Ia lincah memutar kenyataan menjadi keanggunan
Terpancar jelas dua mata berbinar canggung merana

Ia tertawa, tersenyum, tersipu
Ia apa sebenarnya Ia
Malam ramai hanya Ia mampu mendatangkan diam

Inikah kembali yang wajar
Jika surga datang dari Ia yang dikembalikan Tuhan
Maka semoga saja ini dzikir bermuka perasaan
Maka selanjutnya kembalilah walau penuh kebosanan

Ia, Ia, Ia
Ingin rasanya selalu kusandingkan Ia
Menjadikan Ia teman bersujud di sisa mencari makna


Kamar Dilarang Diam, Jambisari, 18 Mei 2015

No comments:

Post a Comment