SEMALAM DI PENGOPIAN


Bermodal angka pada kertas
Membawa kegaduhan jiwa yang cemberut
Meluncurlah bersama angin maghrib
Semalam begitu menggebu
Tanpa rima layaknya sajak ini

Carut-marut kelakar rasa
Terpojok daya fikir keronta
Mulai ada rima
Ketika kopi bersandingkan tawa
Di pangkuan sahabat lama

Dari polisi menangkap penjahat
Menggoda biduan kota dengan lensa cepat
Menggilai SPG batangan berlalu sesaat
Mendiskusikan Moge yang kebetulan lewat
Semua terasa begitu nikmat

Lenyap kesepian terdampar
Tertitipkan pada knalpot malam
Geleng-geleng telah berpulang
Selepas pagi datanglah utusan
Katanya harus menuliskan ulasan

Jambesari, 23 Mei 2015

No comments:

Post a Comment