TANYA-TANYA DI PEDESAAN BERTANYA

Gemuruh Penyampaian Visi-Misi Calon Kepala Desa Jambesari. (Rabu, 28 Mei 2015)

Sebentar
Ini sedang terjadi apakah

Tanya-tanya saling menanyakan
Belum dijawab hingga di meja makan
Gamang para mulut
Di bawah ada tanya-tanya setelah tanya

Bapak survei menebar tanya
Wartawan ikut-ikutan meramaikan suasana
Para bajingan jangan ditanya
Sudah dipasang angkanya di papan neraka

Pos-pos malam
Domino tetangga bergerilya
Isu "bom" malam terakhir
Satu nomor sibuk menyiapkan strategi tanding

Teras rumah
Hingga dapur diskusi sengaja disenyapkan
Ceramah, pidato, nasehat, ajakan, permohonan
Monggo diracik campur legit
Sebentar lagi tanya dijawab buncit
Ya, jika tanya berjawab kedip-kedip

Sebentar
Ini sedang terjadi harapan

Tanya-tanya saling berkomentar
Tanya satu "aku mendoakan"
Tanya dua "aku memperjuangkan"
Tanya tiga "aku membela"
Tanya empat "aku menolong rakyat"
Tanya lima "aku mengharap kalian semua"
Cukup lima tanya semoga Pancasila

Wuaalah...
Selesai andai tersampai demikian
Bung Karno dan kawan-kawan takkan lagi terkenang
Takkan lagi menyuarakan do'a dari lain alam

Hancur lebur
Bangkit lagi
Hancur lebur
Bangkit lagi
Lebih bernuansa
Asal jangan selalu pada nuansa pertama
Bertanya lagi tanya?


Catatan Politik Desa, Jambesari, 30 Mei 2015

No comments:

Post a Comment