BUNG MEMESAN MINUMAN

Kopinya habis Bung...
Adanya hanya mata yang mulai pahit memandang sekitar
Tehnya juga habis Bung...
Adanya hanya air seni yang membasahi hati tak tenang
Susunya pun habis Bung...
Adanya hanya susu basi dari beberapa tahun silam
Akh, Air putih juga habis Bung...
Adanya hanya air ladang kecoklatan
Minuman keras ada Bung...
Tapi efeknya otak membeku
Hati mati tanpa gerak
Mata mematung
Telinga bak dicor semen
Kaki mati sebelah
Tangan tak bisa menjadi sayap
Mulut melekat padat
Bagaimana Bung...
Mau pesan segelas? sebotol? sekolam?
Atau..

Si Bung diam dengan mulut menganga
Si Bung menatap penuh makna
Si Bung selesai memecah senja
Si Bung berhenti menulis
Si Bung sebaiknya berpuasa saja

Esok pasti ada kopi
Ada teh, ada susu, ada air putih
Dan akan ada pesta
Sekarang saatnya mengarang lagu
Sebab pada pesta
Si Bung akan bercerita lewat lirik-liriknya

Bagaimana Bung...
Si Bung menjawab didekat telinga
Sebentar dulu, aku tak memesan apa-apa
Masih ada rokok yang harus kuhisap mesra


09 Agustus 2015

No comments:

Post a Comment