CALON ISTRIKU (IV)

Kau dipaksa terbit
Padahal langitku masih muram

Di ufuk timur suaramu manja
Bunga matahari seakan keburu mekar
Langit tak dipedulikan
Padahal ia ingin menyambut dengan kesan mapan
Biar melihat bintang tenggelam
Biar melihat bulan melambaikan tangan
Biar melihat bumi tanpa kebisingan

Kau dipaksa terbit
Padahal kadoku masih berantakan

Di arah yang sama nyanyianmu terdengar
Instrumen pengiring seakan keburu berdendang
Buah pinangku tak dipedulikan
Padahal pita emas masih belum mengikat sempurna
Biar melihat kado termanis
Biar terpukau di-istimewakan
Biar parasmu memerah bahagia

Kau telah dipaksa terbit
Padahal gugup campur takut

Gugup membelai jemari basahmu
Mengecup kening harapanmu
Takut merayu mata pertanyaanmu
Memeluk raga kehidupanmu

Kau telah dipaksa terbit
Kini aku bergegas melenyapkan petang
Biar tanpa halang kau mencuat datang
Biar kau anggun diatas terang
Kuucapkan selamat datang sebelum kau datang, Sayang!


Jambesari, 03 Agustus 2015

No comments:

Post a Comment