HEI PEMIMPIN!

Hei mental-mental pemberani
Hei mental-mental pejuang
Hei mental-mental tak kenal badai menghadang
Hei mental-mental tak hiraukan hunusan pedang
Heeeeeeeiiii...
Hei kalian yang berat tanggung jawab diemban
Hei kalian yang berat amanah diselesaikan
Hei kalian yang penuh pengorbanan
Hei kalian yang penuh timpa batu cobaan menghantam
Hei...
Hei pemimpin
Hei...

Jangan gelesih
Jangan risau
Jangan putus asa
Jangan bosan meretakkan pintu kebodohan
Buat mereka menuju pemahaman
Jangan bosan menghancurkan marmer kemalasan
Buat mereka menyambut impian
Jangan bosan mengajak kebajikan
Buat mereka berguru pada kebijakan
Jangan bosan mengkerdilkan masalah
Buat mereka terbiasa berjuang tanpa lelah
Jangan bosan
Kau pemimpin
Kau cermin mereka yang masih kehausan

Hei...
Hei pemimpin

Ada ganjaran-ganjaran tak terlihat
Ada hikmah-hikmah ditabiri penat
Ada kemulyaan yang mungkin tak kalian bekap
Ada pangkat hakikat yang jauh lebih nikmat
Ada kesan-kesan moral yang kalian bersemayam untuk masa depan
Ada surga
Maka ikhlaskanlah untuk mengalirkan peluh perjuangan
Maka ikhlaskanlah untuk ber-berat fikir menyelesaikan kegaduhan
Maka ikhlaskanlah untuk menidurkan kemalasan
Maka ikhlaskanlah untuk mengucurkan air mata tantangan

Hei...
Hei pemimpin

Kalian adalah tiang-tiang kokoh
Jika rapuh maka runtuh
Kalian adalah kepala-kepala tangguh
Jika pecah maka goyah
Kalian adalah jiwa-jiwa pengkayuh
Jika diam maka tenggelam sungguh
Mati semua harapan
Mati semua impian
Mereka yang bersandar pada kalian
Mereka dibunuh oleh tangan kalian
Mereka yang menagih bimbing kalian
Mereka dibunuh oleh ketak-bertanggung-jawaban kalian

Heeeeeeiiiiii Pemimpin...... !
Dengarkan suara lantang dari mulut-mulut harapan
Dengarkan jeritan pertolongan dari jiwa-jiwa ber-kelemahan
Kalian adalah kekuatan
Kalian adalah inti gerak yang menggerakkan gerakan
Kalian adalah watak yang mampu menghentakkan semangat bawahan
Kalian adalah nahkoda-nahkoda kapal penantang samudera impian

Maka jangan sampai... heeeeeiii pemimpin
Maka jangan sampai... heeeeeiii pemimpin
Maka jangan sampai... heeeeeiii pemimpin

Jangan sampai terlihat keluhan
Jangan sampai terlihat keputus-asaan
Jangan sampai terlihat mata yang menampakkan kelemahan
Takut-takut mereka hilang harapan
Takut-takut mereka turut serta berputus-asa
Takut-takut mereka ikut disandera kelemahan
Sebab mereka masih mengekor pada kalian yang jauh lebih istimewa

Hei Pemimpin...
Nyanyikan kecerian
Nyanyikan lagu yang kalian anggap pecut kobaran jiwa
Nyanyikan lagu yang membawa kalian bersemangat laju cahaya
Bawa mereka berpetualang menuju indahnya cita-cita
Bawa mereka menindas ketidak-manfaat hidup yang sia-sia

Hei Pemimpin...
Jangan tegang
Jangan gemetar
Ini hanya ajakan perang
Biar kalian tak lupa peran
Biar kalian tak lupa bagaimana seharusnya menjadi patokan
Biar kalian tak lupa bahwa kalian adalah manusia-manusia pilihan

Hei Pemimpin...
Selamat berjuang
Selamat mengukir nama kalian di buku para pahlawan
Selamat menikmati karunia Tuhan

Hei Pemimpin...
Begitu saja mampu tersampaikan
Esok para hati binaan kalian akan bertepuk tangan
Berterima kasih karena kalian telah sudi berkorban
Di ujung jalan
Kala semua dipertemukan
Pun Tuhan, pasti Dia memabalas kebajikan dengan kebaikan

Jambesari, 19 Agustus 2015
(Sajak mimbar ini ditulis untuk dibacakan oleh Guru saya pada LDK OSIS di salah satu sekolah di Probolinggo)

No comments:

Post a Comment