KEPADA MANUSIA-MANUSIA JL. RAYA JAMBESARI

Manusia-manusia jalanan
Kumpulan ibu-ibu muda
Kumpulan bapak-bapak tanpa kumis
Kumpulan bapak-bapak pejuang
Kumpulan bapak-bapak kurang ajar
Kumpulan mertua-mertua apatis
Kumpulan mertua-mertua bengis
Kumpulan mertua-mertua manis
Kumpulan ibu-ibu berdandan pragawati Indonesia
Kumpulan perjaka-perjaka kebingungan
Kumpulan perjaka-perjaka pencari pakan
Kumpulan perjaka-perjaka penggoda gadis desa
Kumpulan perjaka-perjaka pelirik istri tetangga
Kumpulan perjaka-perjaka perusak rumah tangga
Kumpulan perawan-perawan anggun
Kumpulan perawan-perawan penggugah selera
Kumpulan perawan-perawan berias ala kadarnya
Kumpulan perawan-perawan berlensa-kontak tak wajar
Kumpulan perawan-perawan menundukkan keningnya
Kumpulan anak-anak sekolahan
Kumpulan anak-anak layangan
Kumpulan anak-anak permainan
Kumpulan anak-anak merintih
Kumpulan anak-anak bernyanyi
Kumpulan anak-anak mengecam sang Ibu
Kumpulan anak-anak mengeja Hijaiyah
Kumpulan campur-campur pengangguran
Kumpulan campur-campur pekerjaan
Kumpulan campur-campur pemeran kehidupan
Kumpulan campur-campur buah pemikiran

Kepada manusia-manusia Jl. Raya Jambesari
Ini baru satu jalan memergoki multi-dimensi sosial pertiwi
Ini baru satu jam (tak sampai) memperhatikan sistem interaksi
Ada ketetapan fundamental di penjuru-penjuru nilai
Kenapa selalu ada pengacau dan selalu ada pejuang
Sebab pengacau kadang beralih peran
Sebab pejuang kadang beralih pada main-stream nakal
Hingga diantaranya berkecamuk pemerhati kebijaksanaan
Diurai sedemikian rupa dengan teori kualitatif perspektif
Atau dengan pendekatan geografis
Atau dengan pendekatan filosofis
Atau dengan pendekatan ilmiah yang mengekang kebebasan personal
Jika sudah, maka muncullah teori etika yang dikaji kaum mapan
Jika sudah, maka muncullah teori-teori mereka yang dikomersialkan
Sama-sama kurang ajar bukan?
Meski kadang ada buah pikir tanpa balas nominal
Tapi yang demikian justru mati pasar
Sebab ukuran mapan kini telah berlebal best-seller nasional

Kepada manusia-manusia Jl. Raya Jambesari
Kini tak cukup nyali mendikte kesalahan yang dianggap wajar
Atau kesalahan yang disembunyikan senyuman
Atau hati kotor yang diludahi omong kosong
Kini tak cukup nyali mengadili ke-marginal-an yang dianggap kebiasan
Atau ............................

- Bersambung sekitar 3 atau 5 jam lagi
- Dan ternyata tak mampu disambung hingga kini


Jambesari, 9-11 Agustus 2015

No comments:

Post a Comment