KOPI BERTABUR JAGUNG

Sungguh kurang ajar
Ini penipuan

Kukira serbuk tak halus
Seperti kopi mbah-ku dulu

Ternyata eh ternyata
Ini penipuan

Digigit dikunyah dirasa
Eh, ini jagung

Pantas tak hitam menakutkan
Ia malah mirip senja

Racikan kopi durhaka
Ternyata ada yang berperan mata-mata

Jagung pura-pura terapung
Ingin cepat-cepat masuk lambung

Jagung.. Jagung
Sudah ketahuan

Kubuang sembarangan
Sebab penipu layaknya disingkirkan

Selamat tinggal jagung
Tumbuhlah dulu kesekian-kalinya

Baiklah pada tumbuh selanjutnya
Jangan menjadi penipu lagi

Jambesari, 20 Agustus 2015

No comments:

Post a Comment