SELAMAT ULANG TAHUN AKU

Wahai kau, Aku
Selamat ulang tahun

Tambah tua kau, Aku
Elokmu tambah layu

Coba kau hitung usiamu, Aku
2015 dikurangi 1992 berapakah?
Sudah tak sama 2014 dikurangi 1992
Seperti cepat meski tak cepat
Sampai disini apa yang telah tercatat
Adakah manfaat, Aku

Kakimu apa yang telah diinjak
Tanganmu apa yang telah digenggam
Matahari yang mana telah tertaklukkan
Samudra yang mana telah terarungi
Langit yang mana telah terpetualangi
Tanah yang mana telah tertanami

Selamat ulang tahun, Aku
Kenapa mata-mu masih dimanja
Tak pernah digunakan perang
Kenapa telinga-mu masih dianak-kecilkan
Tak pernah diperdengarkan perjuangan
Ayolah Aku, sudah 2015 dikurangi 1992

Ini ucap selamat ulang tahun
Bukan perayaan dengan kata-kata
Refleksi jiwa karena bersaudara raga
Salam dari hati untuk tempat semedinya menuju Ilahi
Benar jika kau rasakan, Aku
“Aku lain” ada dibawah nafasmu
Maka “Aku lain” ucapkan peringatan yang semestinya
Bawa “Aku lain”  menuju hakikat kebenaran
Dengan amal gerakmu
Dengan masih sehat dan sempatmu
Jika kau mampu menghadang
Maka hadang “Aku lain” ketika menuju kesesatan

Lewat Aku “Aku lain” semoga bertauhid
Lewat Aku “Aku lain” semoga tak munafik
Sebelum berubah menjadi tanah
Entah dekat dengan 2015 dikurangi 1992
Entah masih jauh
Selamat ulang tahun Aku
Semakin berkurang saja waktu kita bersama
Akan ada perpisahan di kemudian hari

Sebelum itu
Mari kita berjuang mati-matian
Mari ingat-ingat sebuah sajak kita
Uraian nama kita di masa lalu
”Aku lain” dan Aku disebut Aku kala itu
Sebab kita menyublim bersatu
Cita-cita satu
Impian satu
Bernama judul satu

AHMAD TAUFIQ BIN ABDUL MUGHNI

A)ku adalah satu titik di bentangan jagat
H)idupku adalah pencarian yang tak kunjung usai
M)encari kebahagiaan atau eudaimonia dalam ilmu kefilsafatan
A)ku adalah kebenaran...
D)an aku masih tersesat dalam kebenaran itu

T)entang semua teka-teki
A)kupun seakan musnah ketika semuanya tak tertaklukkan
U)ntuk apa hidup?
F)atamorgana tak kunjung usai
I)tupun masih terus berkelanjutan
Q)uantum kehidupan yang sangat membingungkan

B)enar...
I)ndah...
N)ama yang selalu ku harapkan

A)ku masih dendam
B)ertengkar dengan alam yang sembunyikan jawaban
D)engan jutaan teks yang memenjarakan keindahan dan kebenaran
U)ntuk apa hidup?
L)alui puluhan tahun tanpa indah dan benar

M)encari dan mencari
U)ntuk cerita hidup yang lebih berarti
G)enggam semangat yang akan membuatku melayang
H)idup memang misteri
N)amun...
I)ndah dan benar adalah nilai hidup yang menjadi harga mati

Itu karya kita wahai Aku
Hari minggu jam dua siang
Tanggal 22 September dua tahun silam
Kala kita masih ada di tanah persemedian
Nurul Jadid yang menawan

Selamat ulang tahun, Aku
Sudah kemana-mana perayaan kita
Nostalgia, membahas tujuan, saling mengingatkan
Saling mendo’akan, mau saling bagaimana lagi
Pada sajak ini?
Jemarimu penurut sekali
Bisa kusuruh membendakan lewat layar

Aku, cukup dulu
Lagi terulang, “Aku lain” mengucapkan
Selamat ulang tahun, Aku
Semoga Indah dan Benar bisa kita gapai
Sebelum ajal

Dan, “aku lain” tak punya kado
Cukup pada bait-ke-bait ini hadiah keistimewaan
Sebab kita telah merangkainya bersama
Sebagai tanda sujud sukur kita kepada Tuhan

Allahumma tawwil ‘umurana fi ta’atika wa ta’ati rasulika
Waj’alna min ‘ibadikas salihina.
Allahumma tawwil ‘umurana fi ta’atika wa ta’ati rasulika
Waj’alna min ‘ibadikas salihina.
Allahumma tawwil ‘umurana fi ta’atika wa ta’ati rasulika
Waj’alna min ‘ibadikas salihina.
Amin.

Minggu, 16 Agustus 2015

No comments:

Post a Comment