SEPTEMBER YANG PULANG

Kaki adalah perantau
Telah sudi peluh berceceran
Menyuburkan aspal-aspal
Menghidupkan redup bintang-bintang
September yang pulang
Pada pertengahan

Ibu mempersilahkan kopi
Sebelumnya dari warung-warung pinggir jalan
Sudah berpulang
Anak membawa uban
Setelah september-september
Kembalilah nafas pada rahim
Bersemedi pelukan
Sebelum pergi lagi
Entah kemana

Banyak yang bertanya
Banyak yang memaksa
Sekitar tak paham
Adalah september kehangatan
Yang pulang
September akan pergi lagi
Maka jangan usik
Hati sedang butuh dekapan

Tak usah beritahu
Anak ini bukan kumbang dungu
Dimana bermadu
Dimana sari diseduh
Hanya masalah waktu
Semedi belum tuntas
Rahim masih nikmat untuk ber-pulas
Pada september yang pulang
Senang pun tenang

Jambesari pagi, Selasa, 01 September 2015

No comments:

Post a Comment